BANGIL — STIT Muhammadiyah Bangil resmi menutup kegiatan magang mahasiswa di Balai Desa Masangan, Jumat (25/9/2026), pukul 10.00 WIB. Program magang tersebut berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 26 Agustus hingga 25 September 2026.
Acara penutupan dihadiri oleh perangkat Desa Masangan serta mahasiswa peserta magang dari STIT Muhammadiyah Bangil. Dalam sambutannya, Kepala Desa Masangan, H. Supaat, menyampaikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa selama menjalani magang. Ia berharap kerja sama serupa dapat terus dilanjutkan pada periode berikutnya.
Selama masa magang, para mahasiswa ditempatkan di beberapa bidang pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tugas utama mereka meliputi membantu proses pengiriman dan pencatatan surat masuk serta surat keluar, mencetak surat resmi, dan menata arsip administrasi desa.
Mahasiswa juga dilibatkan dalam proses digitalisasi dokumen penting, seperti pemindaian berkas tanah dan berkas penerima bantuan sosial. Langkah ini dinilai mendukung modernisasi tata kelola arsip desa.
Di bidang bantuan sosial, mahasiswa membantu proses verifikasi data Kartu Keluarga dan KTP penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) agar penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran. Selain itu, mereka turut serta dalam kegiatan Posyandu yang diselenggarakan di balai desa, dengan membantu proses penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala, serta pencatatan data balita.
Kegiatan magang ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis di luar perkuliahan, sementara Desa Masangan mendapatkan tambahan tenaga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pihak kampus berharap kegiatan semacam ini dapat terus mempererat kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah desa demi kemajuan bersama.

